• Kontak Kami
  • Hotline : 0822-7018-5554
  • SMS : 0877-3836-3695
  • BBM : 51948853

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Cara Mengolah Biji Kopi Secara Tradisional

Cara Mengolah Biji Kopi Secara Tradisional

Diposting pada 23 Oktober 2016 oleh Bos Kopi Indonesia

biji-dan-bubuk-kopiCara Mengolah Biji Kopi Secara Tradisional – Saat ini untuk mendapatkan bubuk kopi yang siap minum, cukup dengan membelinya di toko-toko atau swalayan terdekat. Namun, masih banyak juga orang-orang yang menggunakan cara manual atau tradisional untuk mendapatkan bubuk kopi. Mereka menganggap dengan cara ini kualitas bubuk kopi yang diperoleh akan lebih bercitarasa dibanding dengan bubuk kopi instan siap saji.

Menggunakan teknik tradisional, buah kopi diproses memakai alat-alat tradisional pula, seperti tungku api dan kayu bakar, lesung dari kayu, hingga wajan dari tanah liat. Nah, bagi sebagian orang yang belum mengetahuinya, berikut ini adalah cara mengolah biji kopi secara tradisional. Tahap pertama adalah pemilihan buah kopi yang telah masak dari pohonnya. Ciri buah kopi yang telah masak adalah kulit buahnya yang berwarna merah rata. Tahap kedua adalah penyortiran buah kopi. Penyortiran kopi didasarkan pada ukuran buah dan tingkat kematangannya. Penyortiran ini berguna untuk menjaga kualitas kopi terutama untuk buah yang bermutu bagus. Selain itu, penyortiran ini juga berguna supaya pada saat penggorengan biji kopi, maka semuanya akan matang secara merata karena ukurannya yang sama. Tahap selanjutnya adalah pengupasan kulit buah kopi. Karena yang diolah untuk dibuat minuman adalah bijinya, maka kulit buahnya harus dikupas. Pada cara tradisional, buah kopi dikupas kulitnya dengan cara ditumbuk menggunakan alu di dalam lesung. Diperlukan kehatia-hatian saat menumbuk, agar biji kopi tidak hancur. Setelah beberapa kali penumbukan biasanya lapisan kulit ari, daging buah, dan cangkang kopi akan terkelupas dengan sendirinya. Setelah tahap pengupasan, biji kopi selanjutnya dijemur di bawah terik matahari selama sekitar 5-7 hari. Penjemuran ini berfungsi agar kandungan air yang ada pada biji kopi berkurang.

Tahap selanjutnya masuk ke area dapur. Sangrai biji kopi adalah tahap yang selanjutnya Penggorengan tanpa minyak ini dilakukan di dalam wajan tanah liat yang dipanaskan dengan menggunakan kayu bakar. Proses penggorengan atau sangrai ini dilakukan selama satu jam untuk sekitar satu kilo biji kopi. Biji kopi juga harus selalu diaduk agar kering sempurna. Penggorengan telah cukup apabila biji kopi berubah warna menjadi coklat kehitaman. Tahap terakhir dalam proses pembuatan kopi secara tradisional ini adalah penggilingan. Biji kopi ditumbuk di dalam lesung hingga benar-benar halus. Bubuk kopi kemudian siap disimpan untuk diracik menjadi minuman kopi yang lezat.

Bagikan informasi tentang Cara Mengolah Biji Kopi Secara Tradisional kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Mengolah Biji Kopi Secara Tradisional | Coffee Online Shop

Belum ada komentar untuk Cara Mengolah Biji Kopi Secara Tradisional

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Popular!
OFF 25%
Rp 75.000 Rp 100.000
Ready Stock / 033
OFF 30%
Rp 35.000 Rp 50.000
Ready Stock / 032
Popular!
OFF 13%
Rp 130.000 Rp 150.000
Ready Stock / 027
SIDEBAR